Minyak Jelantah Disulap Jadi Lilin, Penyuluh Agama Katolik Sleman Perkuat Gerakan Ekoteologi

Daftar Isi


BERITALUGAS.WEB.ID SLEMAN
– Komitmen menjaga kelestarian lingkungan diwujudkan oleh Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman melalui Workshop Daur Ulang bertajuk “Ubah Sampah Menjadi Berkah”. Dalam kegiatan yang digelar Selasa (23/6/2026), para penyuluh mengolah limbah minyak goreng atau minyak jelantah menjadi lilin yang memiliki nilai guna bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Kunti, Sengkan, Jalan Kaliurang, Sleman, tersebut diikuti para Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Sleman sebagai bagian dari penguatan kesadaran lingkungan. Melalui praktik langsung mengolah limbah minyak goreng menjadi lilin penerang, peserta diajak memahami bahwa sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang bernilai. Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, CB. Ismulyadi, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk implementasi nyata program Penguatan Ekoteologi yang menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama RI.

Workshop ini tidak hanya berfokus pada keterampilan mengolah limbah, tetapi juga menanamkan pemahaman bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual umat beragama. Melalui pendekatan tersebut, para penyuluh diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus penggerak kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.

CB. Ismulyadi mengapresiasi inisiatif para penyuluh yang mengangkat isu lingkungan melalui kegiatan sederhana namun aplikatif. Menurutnya, pengelolaan limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat merupakan langkah konkret dalam menerapkan nilai-nilai ekoteologi.

"Kami menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan teman-teman Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Sleman terkait penguatan Ekoteologi. Melalui kegiatan bertema ‘Mengolah Sampah Menjadi Berkah’ ini, limbah minyak goreng dimanfaatkan menjadi lilin yang dapat digunakan sebagai penerang. Kami berharap kegiatan ini semakin meningkatkan kesadaran lingkungan para penyuluh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, khususnya kelompok-kelompok binaan yang mereka dampingi," ujar Ismulyadi.

Ia menambahkan, peran penyuluh agama saat ini tidak hanya memberikan pembinaan keagamaan, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang mampu mengedukasi masyarakat dalam berbagai bidang, termasuk pelestarian lingkungan hidup. Dengan demikian, nilai-nilai agama dapat dihadirkan sebagai solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Sleman Religi yang diinisiasi Kankemenag Sleman. Program ini mendorong terwujudnya masyarakat yang religius, peduli terhadap sesama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Melalui workshop ini, para peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengelola limbah minyak goreng yang selama ini kerap dibuang begitu saja. Selain mengurangi potensi pencemaran lingkungan, hasil olahan berupa lilin juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari atau dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Semangat kolaborasi yang dibangun dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya pengelolaan sampah yang lebih bijak di lingkungan masyarakat. Dari langkah sederhana mengolah minyak jelantah menjadi lilin, para penyuluh menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari rumah dan memberikan manfaat nyata bagi keberlanjutan generasi mendatang.


#KemenagSleman #Ekoteologi #PenyuluhAgamaKatolik #UbahSampahMenjadiBerkah #MinyakJelantah #DaurUlang #PeduliLingkungan #SlemanReligi #PelestarianLingkungan #KementerianAgama #PenguatanEkoteologi #SlemanHijau #EdukasiLingkungan #LilinDariJelantah #AstaProtasKemenag