Babadan Buka Pameran Lukisan Rohani Perdana di KAS, Hadirkan Seni sebagai Ruang Refleksi Iman

Daftar Isi


SLEMAN
—Paroki St. Petrus dan Paulus Babadan, Sleman, membuka babak baru pengembangan seni religius di lingkungan Keuskupan Agung Semarang (KAS) dengan menggelar Pameran Lukisan Rohani pertama pada 2–9 Agustus 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Tumbuk Agung 64 Tahun Pemberkatan Gereja St. Petrus dan Paulus Babadan itu menghadirkan karya para imam dan seniman lintas daerah yang mengangkat tema iman, Kitab Suci, dan pergulatan hidup manusia.

Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Babadan, Rm. Antonius Saptana Hadi, Pr, mengatakan pameran terbuka untuk umat maupun masyarakat umum. Pembukaan akan berlangsung bersamaan dengan Perayaan Ekaristi Minggu, 2 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB di Gereja Katolik St. Petrus dan Paulus Babadan, Jalan Raya Tajem, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Pameran selanjutnya dapat dikunjungi hingga 9 Agustus setiap hari pukul 09.00–12.00 WIB dan 16.00–21.00 WIB.

"Ibu bapak dan saudara-saudariku yang dikasihi Tuhan, Pameran Lukisan Rohani yang pertama di Keuskupan Agung Semarang ini diselenggarakan di Paroki St. Petrus dan Paulus Babadan, Sleman. Mari datang, Minggu 2 Agustus sampai Minggu 9 Agustus 2026. Keindahan karya seni lukis ini mari kita nikmati bersama-sama," kata Rm. Antonius.

Menurutnya, pameran tidak sekadar menampilkan lukisan, tetapi menghadirkan ruang dialog antara seni dan spiritualitas. Melalui setiap karya, pengunjung diajak merenungkan kembali pengalaman iman, kisah-kisah Kitab Suci, hingga kehadiran Tuhan dalam dinamika kehidupan sehari-hari.

Sejumlah imam dan seniman ambil bagian dalam pameran tersebut. Dari kalangan imam hadir Rm. Antonius Padua Danang Bramasti, SJ, Rm. Ignatius Andita Triayanto, MSF, Rm. Antonius Saptana Hadi, Pr, Rm. Heribertus Budi Purwantoro, serta Rm. Yustinus Slamet Witokaryono, Pr. Sementara karya seniman awam berasal dari MM. Nanik Sri Gunarni, Arwan Akik, pasangan Ratih dan Susyanto, Alertoes Papiek, serta peserta Babadan Melukis 1, 2, dan 3.

Kualitas artistik pameran diperkuat melalui penataan ruang oleh Antonius Subianto dari Bonum Art bersama Hermanu, pengelola senior Bentara Budaya Yogyakarta. Adapun proses kurasi dipercayakan kepada Petrus Agus Herdjaka sehingga setiap karya tersusun dalam alur yang membangun narasi refleksi iman secara utuh.

Panitia juga memberi ruang partisipasi bagi pengunjung melalui pewarnaan sebuah sketsa yang akan diselesaikan secara bersama-sama menjadi satu lukisan rohani. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa kehidupan Gereja dibangun melalui keterlibatan banyak orang, di mana setiap pribadi memiliki peran dalam menghadirkan keindahan dan kebersamaan.

Selain menjadi ajang apresiasi seni, pameran juga mendukung pelayanan pastoral Paroki Babadan. Pengunjung dapat berpartisipasi melalui donasi untuk pengembangan fasilitas pastoral, termasuk pembelian lahan parkir, maupun membeli karya lukisan yang dipamerkan. Melalui pameran ini, Paroki Babadan berharap seni dapat menjadi jembatan yang mendekatkan masyarakat pada nilai-nilai iman sekaligus memperkaya kehidupan bersama.