Kemenag Sleman Gelar Aksi Penghijauan dan Pelatihan Olah Minyak Jelantah di Gayamharjo

Daftar Isi

Kemenag Sleman gelar aksi penghijauan dan pelatihan olah minyak jelantah jadi lilin di Gayamharjo untuk dukung gerakan ekoteologi.


SLEMAN - Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman menggelar penanaman tanaman hias dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak goreng bekas di kompleks Gereja Wilayah Gayamharjo, Prambanan, Sleman, Selasa (8/9/2026). Kegiatan berbasis ekoteologi ini ditujukan untuk melestarikan lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat setempat.

Penyelenggara Katolik Kankemenag Kabupaten Sleman, CB. Ismulyadi, menyatakan aksi tersebut terlaksana atas kerja sama dengan KUA Kapanewon Prambanan dan KUA Kapanewon Depok sebagai wujud kolaborasi interreligius.

"Kolaborasi lintas sektor ini mempertegas komitmen Kemenag Sleman dalam memperluas dampak gerakan ekoteologi yang dicanangkan Kementerian Agama di tengah masyarakat," ujar Ismulyadi.

CB. Ismulyadi (Penyelenggara Katolik Kankemenag Kab Sleman) menyerahkan tanaman kepada Parwoko (Lurah Kalurahan Gayamharjo)

Dalam aksi penghijauan, para penyuluh agama Katolik menanam tanaman hias di sekitar area gereja serta membagikan bibit kepada umat untuk ditanam di pekarangan rumah. Sementara itu, pelatihan pengolahan jelantah menjadi lilin aromaterapi diberikan untuk mengurangi pencemaran air dan membekali jemaat dengan keterampilan bernilai ekonomi.

Lurah Kalurahan Gayamharjo, Parwoko, berharap para peserta dapat menindaklanjuti dan mengembangkan keterampilan pengolahan limbah tersebut sebagai peluang pemberdayaan warga.

Harapan serupa disampaikan Koordinator Gereja Maria Marganingsih Gayamharjo, V. Heru Susanto. Ia menilai pemanfaatan residu minyak rumah tangga ini berpotensi mendukung program UMKM di sekitar kawasan ziarah Gua Maria Sriningsih.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus Gereja Marganingsih Gayamharjo, perwakilan KUA Prambanan dan Depok, serta jemaat dari Gayamharjo dan Santo Antonius Abbas Watukandang.