Perkumpulan Petouring Sepuh Jogya Istimewa Dibentuk, Wadah Lansia Penggemar Touring

Daftar Isi

Perkumpulan Petouring Sepuh Jogya Istimewa dibentuk di Bantul sebagai wadah lansia penggemar touring dan ngopi tanpa iuran bulanan atau tahunan rutin.


BANTUL - Perkumpulan Petouring Sepuh Jogya Istimewa dibentuk di Baturetno, Kabupaten Bantul, untuk mewadahi para lansia yang memiliki hobi touring, ngopi, dan berkumpul bersama. Pembentukan perkumpulan tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi pada Selasa (1/9/2026) malam.

Ketua Umum Perkumpulan Petouring Sepuh Jogya Istimewa, Wahyu Karna Dijaya, mengatakan komunitas tersebut dibentuk untuk mengakomodasi para lansia yang selama ini bergabung dalam berbagai komunitas umum.

“Pembentukan dari perkumpulan Petouring Sepuh Jogya ini tentunya mengakomodir dari para lansia yang selama ini hobi touring, ngopi, dan seduluran,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, kesamaan usia diharapkan membuat interaksi antaranggota lebih dekat. Perkumpulan tersebut juga menjadi wadah bagi para pensiunan untuk mengisi waktu luang melalui kegiatan touring dan ngopi bersama.

“Perkumpulan Petouring Sepuh Jogya Istimewa hadir untuk mewadahi lansia yang hobi touring, ngopi, dan seduluran,” kata Wahyu Karna Dijaya.

Ia mengatakan komunitas itu diharapkan berkembang menjadi wadah kegiatan positif bagi para lansia di Yogyakarta. Perkumpulan tersebut juga terbuka untuk hadir dalam berbagai kegiatan di Yogyakarta.

Dalam rapat tersebut, anggota menetapkan nama Perkumpulan Petouring Sepuh Jogya Istimewa sekaligus menyempurnakan susunan kepengurusan. Wahyu Karna Dijaya ditetapkan sebagai ketua umum dan Muji sebagai ketua harian.

Kepengurusan juga diisi Ari Gamping dan Budi Joyo sebagai sekretaris, Lilik Ariyanto sebagai bendahara, serta sejumlah anggota pada bidang humas, tata tertib, dokumentasi, dan divisi touring. Divisi touring diisi Drajat, Heru Subaris, dan Eko Legok.

Berbeda dengan organisasi yang menerapkan iuran rutin, perkumpulan ini tidak mewajibkan anggota membayar iuran bulanan maupun tahunan. Biaya kegiatan akan dibayarkan sesuai kegiatan yang diikuti anggota.

“Tidak ada kewajiban iuran apa pun. Jadi apabila ada kegiatan kita pengin touring atau ngopi santai, ya sudah langsung di tempat acara,” ujar Wahyu.

Sebagai agenda awal, perkumpulan tersebut merencanakan touring sekaligus syukuran ke Hutan Pinus Kragilan, Magelang, pada Minggu (20/9/2026). Peserta dijadwalkan berkumpul di Lapangan Dengung pukul 07.00 WIB dan berangkat pukul 07.30 WIB. Koordinasi kegiatan akan dilakukan Divisi Touring.

Dalam rapat pembentukan itu, anggota juga mengumpulkan dana sebesar Rp485.000 yang akan digunakan untuk pembuatan stiker perkumpulan. Wahyu menyampaikan perkumpulan tersebut tidak berkaitan dengan SARA, pornografi, politik, maupun kegiatan yang merugikan.