FMKI Gunungkidul Serukan Pilur 2026 Tanpa Politik Uang dan Ujaran Kebencian
![]() |
| FMKI Gunungkidul menyerukan Pilur 2026 berlangsung damai, bebas politik uang, intimidasi, hoaks, dan ujaran kebencian. |
GUNUNGKIDUL — Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Kabupaten Gunungkidul menyerukan pelaksanaan Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak 2026 berlangsung tanpa politik uang, intimidasi, hoaks, dan ujaran kebencian.
Seruan tersebut disampaikan FMKI Kabupaten Gunungkidul melalui dokumen “Seruan Moral dalam rangka Pemilihan Lurah (Pilur) 2026” tertanggal 22 September 2026. Ketua FMKI Kabupaten Gunungkidul Thomas Hari Sarwoto menyampaikan seruan tersebut sebagai ajakan kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara bebas dan bertanggung jawab.
FMKI mengajak masyarakat memilih calon lurah berdasarkan integritas dan kemampuan melayani warga. Pilihan terhadap lurah dinilai menjadi bagian dari tanggung jawab warga dalam menentukan pemimpin di tingkat kalurahan.
Dalam seruan tersebut, FMKI meminta masyarakat menolak politik transaksional dalam bentuk uang maupun barang. Praktik tersebut dinilai dapat merusak tatanan moral demokrasi.
FMKI juga mengajak masyarakat memilih pemimpin kalurahan yang memiliki orientasi pelayanan, peka terhadap kemiskinan dan ketimpangan sosial, serta memperhatikan kesejahteraan warga. Visi, misi, dan program kerja calon lurah diharapkan diarahkan pada kesejahteraan bersama atau bonum commune, termasuk pemberdayaan kelompok masyarakat kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD).
Selain itu, FMKI mengingatkan pentingnya pengelolaan dana, sumber daya, dan aset kalurahan secara transparan dan akuntabel. Pengelolaan tersebut diharapkan melibatkan partisipasi masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan.
FMKI juga menyerukan agar warga menggunakan hak pilih tanpa tekanan dan intimidasi. Masyarakat diminta datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan menentukan pilihan secara bebas berdasarkan suara hati.
Menjelang Pilur Serentak 2026, FMKI mengimbau seluruh elemen masyarakat menjaga kerukunan di lingkungan padukuhan dan kalurahan. Perbedaan pilihan politik disebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi, sehingga masyarakat diingatkan untuk menghindari politik identitas, penyebaran hoaks, dan ujaran kebencian.
Melalui seruan tersebut, FMKI Kabupaten Gunungkidul berharap Pilur Serentak 2026 berlangsung secara damai dan bermartabat serta menghasilkan pemimpin kalurahan yang berintegritas dan melayani masyarakat.
