Dari Ruang Kelas Mangunan, JED 2026 Bicara Masa Depan Pendidikan

Daftar Isi

JED 2026 di Sleman mempertemukan hampir 200 peserta untuk berbagi praktik pendidikan humanis dan gagasan masa depan pendidikan dari ruang kelas.


SLEMAN — Hampir 200 peserta mengikuti Jelajah Edukasi Dasar (JED) 2026 yang digelar Yayasan Dinamika Eduasi Dasar (DED)–Sekolah Eksperimental Mangunan, Sabtu, 19 September 2026. Mengangkat praktik pendidikan humanis, kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik pembelajaran dari para pendidik.

JED yang berlangsung di kompleks Sekolah Eksperimental Mangunan, Cuwutau, Purwomartani, Kalasan, Sleman, dibuka pukul 08.00 WIB oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi. Kegiatan tahun ketiga ini diikuti peserta dari sejumlah daerah, antara lain Solo, Bandung, Magelang, dan Yogyakarta, serta peserta yang mengikuti kegiatan secara daring melalui streaming.

Gelar wicara menjadi salah satu agenda pembuka JED 2026 dengan menghadirkan Prof. Dr. C.B. Mulyatno, Pr., Dekan Fakultas Filsafat-Teologi Universitas Sanata Dharma, dan Budi Setiawan dari Yayasan Guru Belajar. Diskusi membahas pendidikan humanis yang memberikan ruang bagi anak untuk berkembang sesuai potensi yang dimilikinya.

Dalam gelar wicara tersebut, peran orang tua juga menjadi bagian pembahasan. Orang tua dipandang tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi sebagai teman dan mitra perjalanan anak dalam proses tumbuh dan belajar.

Gelar wicara berlangsung sekitar 90 menit dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta yang sebagian besar merupakan guru terlihat antusias mengikuti diskusi dan menyampaikan pertanyaan kepada narasumber.

Setelah gelar wicara, peserta mengikuti seminar dan workshop sesuai tema yang dipilih. JED 2026 menyediakan lima kelas seminar dan sembilan kelas workshop yang seluruhnya menghadirkan guru dan karyawan Sekolah Eksperimental Mangunan sebagai narasumber.

Materi seminar dan workshop berisi pengalaman pendampingan anak serta praktik pembelajaran yang dilakukan para guru dan karyawan Sekolah Eksperimental Mangunan. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai dinamika yang dihadapi dalam proses pendidikan.

Pengurus Yayasan DED Dr. Bernardus Singgih Guritno, Pr., menyampaikan bahwa penyelenggaraan JED pada tahun-tahun mendatang akan membuka kesempatan bagi guru dari sekolah-sekolah di Yogyakarta untuk membagikan praktik baik pembelajaran di sekolah masing-masing.

Forum JED diharapkan berkembang menjadi ruang berbagi praktik baik pendampingan anak yang melibatkan sekolah-sekolah dari berbagai daerah di Indonesia. Gagasan tersebut dirangkum dalam semangat JED, yakni menghadirkan “Impian dari Jogja, dari ruang kelas untuk masa depan pendidikan”.

Pelaksanaan JED 2026 turut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kegiatan ini juga didukung koordinasi dan kerja sama guru serta karyawan Sekolah Eksperimental Mangunan yang terlibat sebagai panitia.