Hari Anak Nasional, Fiesta Cooking Fest di Balai Kota Yogyakarta Gaungkan Gizi Seimbang dan Peran Keluarga Cegah Stunting
YOGYAKARTA – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kota Yogyakarta diwarnai penyelenggaraan Fiesta Cooking Fest, lomba memasak yang melibatkan Tim Penggerak PKK dan pelajar SMA/SMK. Kegiatan yang digelar di Balai Kota Yogyakarta, Minggu (26/7), tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mengedepankan edukasi gizi seimbang sebagai upaya mendukung tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting.
Ketua PWI DIY, Hudono, dalam sambutannya mengatakan kegiatan yang menjadi rangkaian Hari Anak Nasional tersebut terselenggara melalui kolaborasi PWI DIY, Pemerintah Kota Yogyakarta, HIMPAUDI, dan sejumlah mitra. Ia menyebut antusiasme peserta sangat tinggi hingga kuota pendaftaran terpenuhi. Sebanyak 76 tim mengikuti perlombaan, terdiri atas 50 tim TP PKK dan 26 tim pelajar SMA/SMK.
![]() |
| Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama Ketua PWI DIY Hudono dan jajaran pejabat menghadiri pembukaan Fiesta Cooking Fest dalam rangka Hari Anak Nasional 2026 di Balai Kota Yogyakarta. |
Hudono menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Yogyakarta yang memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan serta HIMPAUDI yang menghadirkan anak-anak untuk tampil dalam peringatan Hari Anak Nasional. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menguatkan kepedulian bersama terhadap perlindungan dan masa depan anak.
"Kita lindungi anak-anak kita. Kita selamatkan anak-anak kita demi masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. Ini bukan soal juara atau tidak juara, yang penting kebersamaan kita semuanya," ujar Hudono.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi konsistensi PWI DIY dalam menghadirkan kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, media, dunia usaha, dan organisasi masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan program yang bermanfaat bagi keluarga dan anak.
Menurut Hasto, lomba memasak tersebut memiliki nilai edukatif karena mengajarkan pentingnya penyajian menu bergizi seimbang. Ia menegaskan konsumsi protein hewani, seperti ikan dan telur, berperan penting dalam mendukung pertumbuhan fisik maupun perkembangan kecerdasan anak sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting.
"Lomba masak hari ini tidak sekadar lomba, tetapi juga menjadi pembelajaran bagaimana gizi yang seimbang, protein hewani harus hadir di tengah anak-anak kita," kata Hasto.
Dalam kesempatan itu, Hasto juga mengajak salah seorang peserta, Kuswati, untuk berdialog mengenai pentingnya konsumsi ikan dan telur bagi anak. Dialog tersebut mengulas manfaat protein hewani, kandungan omega-3, serta pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode emas pertumbuhan anak.
Selain menjadi ajang kreativitas memasak, Fiesta Cooking Fest menghadirkan ruang kebersamaan bagi keluarga, pelajar, dan masyarakat dalam memperingati Hari Anak Nasional. Kehadiran ratusan peserta dan pendamping diharapkan semakin memperkuat kesadaran bersama bahwa pemenuhan gizi, pola asuh, dan kolaborasi lintas pihak menjadi fondasi penting untuk mewujudkan generasi Yogyakarta yang sehat, cerdas, dan berkualitas.



