Banyak Pilihan dalam Hidup, Romo Tian Ingatkan Umat agar Tetap Bijak

Daftar Isi

Romo Tian mengajak umat Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta bijak menentukan pilihan hidup, menjaga keseimbangan, dan menempatkan Tuhan sebagai prioritas.


YOGYAKARTA — Umat Katolik Paroki Santo Albertus Agung Jetis, Yogyakarta, diajak bijaksana menentukan pilihan dalam kehidupan dengan tetap menempatkan Tuhan sebagai prioritas utama. Pesan tersebut disampaikan Romo F.X. Merry Christian Putra, Pr., dalam homili Misa Ekaristi Minggu Biasa XVIII, Minggu (2/8/2026) pukul 08.00 WIB.

Misa di Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta tersebut dipimpin Romo Yustinus Winaryanto, Pr., bersama Romo F.X. Merry Christian Putra, Pr. Dalam homilinya, Romo Tian mengajak umat merefleksikan bacaan Kitab Suci tentang berbagai pilihan hidup dan pentingnya menentukan prioritas secara bijaksana.

Menurut Romo Tian, kehidupan menyediakan banyak pilihan, termasuk dalam menentukan cara menikmati berbagai hal. Namun, banyaknya pilihan tidak otomatis membuat seseorang memperoleh kehidupan yang lebih baik. Pilihan yang tidak dipertimbangkan secara bijaksana justru dapat membawa seseorang menjauh dari hal yang menjadi prioritas.

“Tidak semua pilihan itu salah. Tetapi ketika kita memilih dengan kurang bijaksana, di situlah yang tidak baik,” ujar Romo Tian dalam homilinya.

Ia menggunakan perumpamaan makanan untuk menjelaskan pentingnya keseimbangan dalam menentukan pilihan. Makanan yang mahal dan memiliki banyak variasi belum tentu lebih sehat dibandingkan makanan sederhana. Hal serupa, menurutnya, berlaku dalam kehidupan ketika seseorang dihadapkan pada berbagai pilihan yang menawarkan kenyamanan dan kesenangan.

Romo Tian juga mengingatkan umat agar tidak hanya mengejar kenikmatan duniawi, tetapi tetap menyediakan waktu untuk berdoa dan bersyukur. Bekerja dan menikmati kehidupan, kata dia, tetap diperlukan selama dijalankan secara seimbang dengan kehidupan rohani.

“Bekerjalah, tetapi jangan lupa kita juga perlu ada waktu untuk berdoa dan bersyukur. Tidak cukup hanya bersyukur dan berdoa tanpa kerja. Hidup itu harus seimbang,” katanya.

Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan bacaan Injil tentang Yesus yang tetap melayani orang banyak meskipun berada dalam kondisi lelah. Menurut Romo Tian, keputusan untuk tetap melayani menjadi contoh bahwa pilihan yang baik tidak selalu merupakan pilihan yang mudah atau menyenangkan, tetapi dapat mendatangkan berkat bagi orang lain.

“Ketika kita mau memilih pilihan yang baik meskipun itu tidak enak, itulah yang selalu mendatangkan berkat,” ujarnya.

Melalui refleksi tersebut, umat diajak membawa pesan homili ke dalam kehidupan sehari-hari. Setiap keputusan, termasuk ketika seseorang memilih untuk tidak melakukan sesuatu, merupakan bagian dari pilihan hidup yang perlu dipertanggungjawabkan. Romo Tian menekankan agar umat tidak kehilangan arah dalam menentukan pilihan dengan tetap mengingat tawaran kasih Tuhan sebagai prioritas.