Kemah Tiga Hari Bentuk Karakter Siswa, SMP BOPKRI 1 Tekankan Kemandirian dan Tanggung Jawab
BERITALUGAS.WEB.ID YOGYAKARTA – SMP BOPKRI 1 Yogyakarta menggelar Kemah Mandiri bertema "Penggalang Tangguh, Mandiri, dan Bertanggung Jawab" sebagai bagian dari program pembentukan karakter peserta didik pasca-Asesmen Sumatif Akhir Tahun. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dua malam ini dirancang untuk memperkuat nilai kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab melalui berbagai aktivitas kepramukaan berbasis pembelajaran di alam terbuka.
Kegiatan yang diikuti peserta didik kelas VII dan VIII tersebut dimulai dengan pendirian tenda secara berkelompok sejak pagi hari dan secara resmi dibuka melalui upacara pada pukul 14.00 WIB. Kepala SMP BOPKRI 1 Yogyakarta sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Ka Mabigus), Yanuarius Yala Artdi Puruhita, S.Pd., bertindak sebagai pembina upacara dan menegaskan bahwa perkemahan merupakan bagian dari implementasi visi sekolah dalam membentuk karakter unggul.
Dalam amanatnya, Yanuarius Yala mengatakan bahwa kegiatan kepramukaan menjadi sarana untuk menanamkan nilai kasih, integritas, dan kemampuan bekerja sama. “Perkemahan ini merupakan salah satu pilar perwujudan visi SMP BOPKRI 1 Yogyakarta, yaitu berkarakter unggul dan mampu bersaing di tingkat global. Melalui landasan nilai kasih dan integritas, perkemahan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk belajar bekerja sama, senantiasa bertanggung jawab, dan tumbuh menjadi individu yang lebih mandiri,” ujarnya.
Pada hari pertama, peserta mengikuti kegiatan Caraka Malam yang dirancang untuk melatih ketangkasan, kedisiplinan, serta kemampuan memecahkan masalah melalui simulasi pencarian dan penerjemahan pesan menggunakan sandi Morse. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menyusuri jalur yang telah ditentukan di area perkemahan pada malam hari.
Memasuki hari kedua, peserta mengikuti senam pagi, perlombaan memasak, serta berbagai kegiatan pengembangan keterampilan hidup. Ketua panitia, Hardiman, menjelaskan bahwa lomba memasak tidak hanya menilai hasil masakan, tetapi juga kemampuan peserta dalam mengelola tugas dan bekerja dalam tim. “Dalam kegiatan lomba memasak ini, kemampuan manajerial, pembagian tugas, dan kekompakan siswa dinilai langsung oleh para Pembina Pramuka yang bertindak sebagai dewan juri,” katanya.
Pada sore hari, peserta mengikuti kegiatan outbound yang berfokus pada pembentukan ketangguhan mental, kemandirian, dan kemampuan menyelesaikan masalah secara kelompok. Melalui pendekatan experiential learning, siswa diajak belajar dari pengalaman langsung dalam menghadapi berbagai tantangan yang telah disiapkan panitia.
Puncak kegiatan berlangsung pada malam kedua melalui prosesi Api Unggun yang dipimpin oleh Yanuarius Yala Artdi Puruhita sebagai Kasepuhan Api Unggun, didampingi Pembina Pramuka Sugiyanta serta perwakilan peserta didik sebagai pembawa api Pancasila. Selain menjadi tradisi kepramukaan, momen tersebut dimaknai sebagai simbol semangat pantang menyerah sekaligus mempererat persaudaraan antarsiswa melalui berbagai penampilan seni dan kreativitas kelompok.
Rangkaian Kemah Mandiri ditutup pada hari ketiga melalui upacara penutupan. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta didik, tidak hanya dalam aspek keterampilan kepramukaan, tetapi juga dalam membangun kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, serta karakter tangguh yang diharapkan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari maupun masa depan mereka.
#SMPBOPKRI1Yogyakarta #KemahMandiri #Pramuka #PendidikanKarakter #PenggalangTangguh #Yogyakarta #SekolahUnggul #PembelajaranOutdoor #GenerasiBerkarakter #PendidikanIndonesia

.jpeg)