HUT ke-102 WKRI DIY Tegaskan Peran Perempuan Hadapi Tantangan Sosial dan Lingkungan
BERITALUGAS.WEB.ID SLEMAN – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran perempuan dalam keluarga, Gereja, dan masyarakat melalui peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 yang digelar di Kabupaten Sleman, Sabtu (27/6). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat karya pelayanan organisasi sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang.
Ketua Presidium WKRI DPD DIY, Restituta Sri Widiastuti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-102 mengusung tema “Melanjutkan Langkah Harapan, Merawat Rahim Kehidupan demi Mewujudkan Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi”. Kegiatan yang dihadiri pengurus WKRI dari berbagai daerah, unsur pemerintah, organisasi kemasyarakatan Katolik, serta tamu undangan lainnya itu menjadi sarana refleksi atas perjalanan organisasi yang telah hadir lebih dari satu abad di Indonesia.
Restituta mengatakan usia 102 tahun menjadi bukti konsistensi perempuan Katolik Indonesia dalam menjaga harapan, memperkuat keluarga, dan menghadirkan perubahan di tengah masyarakat.
“Seratus dua tahun berarti selama itu pula perempuan Katolik Indonesia hadir sebagai penjaga harapan, penguat keluarga, sekaligus penggerak perubahan. Hari ini kita tidak hanya merayakan usia organisasi, tetapi juga merayakan komitmen untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu,” ujarnya.
Menurutnya, tema “Merawat Rahim Kehidupan” tidak hanya dimaknai sebagai tempat tumbuhnya kehidupan manusia, tetapi juga sebagai simbol ruang yang aman, penuh kasih, dan menjadi tempat pembentukan karakter generasi masa depan.
Ia menjelaskan bahwa makna tersebut juga mencakup tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan hidup sebagai rumah bersama. Kerusakan lingkungan, berkurangnya kawasan hijau, serta pencemaran tanah, air, dan udara dinilai menjadi ancaman yang perlu diantisipasi demi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.
Dalam kesempatan itu, Restituta turut menyoroti berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat, antara lain meningkatnya kekerasan terhadap perempuan, anak, dan kelompok rentan, kemiskinan, kesenjangan sosial, hingga krisis nilai yang berkembang seiring kemajuan teknologi.
“Perempuan harus memiliki kesempatan dan akses untuk ikut menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Di saat yang sama kita juga mempunyai tanggung jawab memastikan anak-anak terlindungi, termasuk dari berbagai ancaman yang muncul di era digital,” katanya.
Karena itu, WKRI mengajak seluruh anggotanya untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu memahami perkembangan zaman sekaligus memiliki kewaspadaan terhadap berbagai tantangan baru yang dihadapi keluarga dan anak-anak.
Selain penguatan kapasitas anggota, organisasi tersebut juga menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan yang nyata dan berdampak bagi masyarakat. WKRI berharap keberadaan organisasi tidak hanya dikenal melalui tata kelola yang baik, tetapi juga melalui kontribusi konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota untuk memperkuat karya pelayanan yang konkret dan berdampak positif. Kehadiran kita harus membawa manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Restituta.
WKRI DIY juga menilai kolaborasi dengan Gereja, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen masyarakat menjadi langkah penting dalam menghadapi persoalan sosial yang semakin kompleks. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan yang berkelanjutan bagi perempuan, anak, dan keluarga.
Di lingkungan internal organisasi, seluruh anggota diajak menjaga persatuan dan semangat kebersamaan agar visi pelayanan dapat diwujudkan melalui berbagai karya nyata yang membawa nilai kasih dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan HUT ke-102 WKRI di Sleman dihadiri para penasihat rohani, pengurus WKRI dari berbagai daerah, unsur Pemerintah Daerah DIY dan Kabupaten Sleman, organisasi kemasyarakatan Katolik, serta tamu dari Kalimantan Tengah yang hadir sebagai Sahabat Hati WKRI. Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan kuatnya jejaring dan semangat kolaborasi dalam mendukung pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak.
Menutup sambutannya, Restituta mengajak seluruh anggota WKRI untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui aksi nyata, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, penguatan peran perempuan dan perlindungan anak menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang tangguh dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.
“Ketika perempuan berdaya, keluarga akan menjadi kuat. Ketika anak terlindungi, masa depan bangsa akan terjaga,” tuturnya.
#WKRI #WKRIDIY #HUTWKRI102 #PerempuanBerdaya #AnakTerlindungi #PemberdayaanPerempuan #PerlindunganAnak #Sleman #DIY #PerempuanKatolik #KolaborasiSosial #BeritaYogyakarta
