Kemenag Sleman Dorong Bina Iman Anak Jadi Pilar Penguatan Program Sleman Religi

Daftar Isi


BERITALUGAS.WEB.ID SLEMAN
– Penguatan pembinaan karakter anak dan remaja melalui pendidikan keagamaan menjadi fokus pembahasan dalam audiensi Panitia Bina Iman Anak dan Remaja (BINAR) Kabupaten Sleman dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Selasa (7/7/2026). Pertemuan tersebut membahas sinergi pelaksanaan program BINAR sebagai bagian dari implementasi program Sleman Religi di lingkungan pendidikan.

Audiensi berlangsung di ruang Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Nadhif, menerima rombongan yang didampingi Penyelenggara Katolik Kemenag Sleman, CB. Ismulyadi. Hadir pula Ketua Panitia BINAR Yakobus Sarno, Y. Sasongko, serta jajaran Panitia Pesta Paduan Suara Gerejani Kabupaten Sleman, Y. Agus Seno dan Ristiana Putri. Dalam pertemuan tersebut dibahas arah pelaksanaan pembinaan iman bagi murid beragama Katolik di sekolah dasar maupun sekolah menengah negeri dan swasta di Kabupaten Sleman.

Penyelenggara Katolik Kemenag Sleman, CB. Ismulyadi, menjelaskan bahwa program Bina Iman Anak dan Remaja memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda melalui pembinaan spiritual yang sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama.

"Kami ingin program pembinaan iman ini selaras dan sekaligus menjadi implementasi visi Sleman Religi. Tujuannya agar anak dan remaja tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan toleran," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Nadhif, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Panitia BINAR. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan masyarakat Sleman yang religius, moderat, dan berdaya melalui pembinaan yang dimulai sejak usia dini.

"Implementasi Sleman Religi harus dimulai dari usia dini. Kemenag Sleman memberikan apresiasi kepada Panitia Bina Iman Anak dan Remaja melalui penguatan materi, pelatihan, pembinaan anak dan remaja, serta penguatan literasi keagamaan berbasis moderasi beragama," tegas Nadhif.

Ia menambahkan, pelaksanaan BINAR diharapkan tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga mampu mengukur dampak pembinaan terhadap perkembangan peserta.

"Sebagai bentuk kegiatan, tentu saja BINAR perlu mengkaji sisi before dan after bagi peningkatan pengetahuan, pemahaman, penyadaran, dan pelaksanaan sehingga para anak dan remaja semakin dewasa dalam iman," katanya.

Ketua Panitia BINAR, Yakobus Sarno, menyampaikan bahwa program Sleman Religi yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Sleman menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan kehidupan beragama di kalangan pelajar.

"Sleman Religi yang digagas Pemerintah Kabupaten Sleman menjadi bentuk perhatian pemerintah dalam rangka pembinaan dan pendampingan iman bagi para murid," ujar Yakobus.

Panitia Bina Iman Anak dan Remaja (BINAR) Tahun 2026 melakukan audiensi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman untuk memperkuat sinergi pelaksanaan program pembinaan iman anak dan remaja sebagai bagian dari implementasi Sleman Religi.

Audiensi diakhiri dengan penyerahan dokumen program kerja Panitia Bina Iman Anak dan Remaja Tahun 2026 kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen memperkuat kolaborasi.

Melalui sinergi tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Sleman dan Panitia BINAR berharap pembinaan iman bagi anak dan remaja dapat berlangsung secara berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu memperkuat karakter generasi muda yang memiliki pemahaman keagamaan yang baik, menjunjung nilai toleransi, serta berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan masyarakat Sleman yang religius dan harmonis.