Harkitnas di Balai Kota Jogja, Wali Kota Ajak ASN Bangkitkan Kemandirian Ekonomi Nasional

Daftar Isi


 

BERITALUGAS.WEB.ID— Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di halaman Balai Kota Yogyakarta, Senin (18/5/2026). Momentum nasional tersebut dimanfaatkan untuk meneguhkan kembali semangat persatuan sekaligus mendorong kebangkitan kemandirian ekonomi bangsa sebagai kelanjutan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Upacara dipimpin langsung Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan diikuti Wakil Wali Kota, Penjabat Sekretaris Daerah, jajaran kepala perangkat daerah, pimpinan BUMD,  serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Yogyakarta. Dalam amanatnya, Hasto Wardoyo menyampaikan peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” sebagai refleksi kebangkitan nasional yang tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga menatap masa depan bangsa.

Hasto Wardoyo menegaskan Hari Kebangkitan Nasional merupakan simbol semangat kolektif seluruh elemen bangsa untuk bergerak bersama menghadapi tantangan zaman. “Momentum ini mengingatkan kita pada pentingnya persatuan, nasionalisme, dan penghargaan atas jasa para pendiri bangsa yang telah menumbuhkan kesadaran nasional menuju kemerdekaan,” ujarnya di hadapan peserta upacara.

Dalam amanatnya, Hasto Wardoyo mengulas sejarah lahirnya kesadaran nasional sejak berdirinya Budi Utomo tahun 1908 hingga Sumpah Pemuda 1928 yang menjadi fondasi persatuan bangsa. Ia menyampaikan bahwa perjuangan panjang menuju kemerdekaan tahun 1945 dipicu ketidakadilan sosial, termasuk keterbatasan akses pendidikan pada masa kolonial. “Kesadaran nasional muncul karena ketidakadilan. Dari situ bangsa ini bersatu hingga akhirnya merdeka dan berdaulat secara politik,” katanya.

Namun demikian, Hasto Wardoyo menilai Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mencapai kedaulatan ekonomi. Ia mencontohkan produk lokal seperti gula merah yang secara produksi unggul di kawasan Asia Tenggara, tetapi masih bergantung pada sertifikasi luar negeri. “Kita sudah berdaulat secara politik, tetapi belum sepenuhnya berdikari dalam bidang ekonomi. Karena itu kita harus mencintai dan membela produk sendiri,” ungkapnya.

Ia juga mengajak ASN dan masyarakat memperkuat gerakan ekonomi lokal melalui praktik sederhana seperti membeli produk daerah, menggunakan layanan lokal, hingga mendukung usaha masyarakat kecil. Menurutnya, langkah kecil seperti program bela-beli dan penguatan produk lokal menjadi bagian dari perjuangan panjang menuju kemandirian ekonomi nasional. “Ini ibarat bambu runcing kecil yang harus terus digerakkan agar bangsa ini benar-benar merdeka secara ekonomi,” kata Hasto Wardoyo.

Selain itu, Wali Kota Yogyakarta menekankan pentingnya kepedulian terhadap masyarakat menengah ke bawah sebagai bagian dari pembangunan nasional yang inklusif. Ia meminta ASN tidak hanya menjaga disiplin kerja, tetapi juga membangun etos kemandirian ekonomi dan keberpihakan kepada masyarakat.

Upacara berlangsung khidmat dengan seluruh peserta mengenakan pakaian dinas lengkap. Peringatan Harkitnas tahun ini menjadi pengingat bagi ASN dan masyarakat Kota Yogyakarta untuk menumbuhkan optimisme, inovasi, serta semangat gotong royong dalam menghadapi tantangan pembangunan. Bagi para peserta, kegiatan tersebut tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat komitmen bersama membangun bangsa yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

#Harkitnas2026 #HariKebangkitanNasional #PemkotYogyakarta #HastoWardoyo #ASNJogja #Nasionalisme #EkonomiMandiri #JogjaBangkit #BeritaJogja #IndonesiaMaju