Geliat Pesparani 2026: Paroki se-Kota Yogyakarta Bersiap Unjuk Suara di Panggung Keagamaan

Daftar Isi


BERITALUGAS.WEB.ID
— Persiapan menyambut Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) 2026 resmi dimulai melalui agenda sosialisasi yang melibatkan seluruh perwakilan paroki se-Kota Yogyakarta di Ruang Rapat (RR) 1 DPRD Kota Yogyakarta, Jumat (22/5/2026) petang. Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting untuk mendorong keterlibatan aktif dan komitmen paroki dalam menyukseskan festival keagamaan akbar yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.

Sebanyak 27 perwakilan dari tujuh paroki dan satu paroki administratif hadir dalam kegiatan yang dimulai pukul 17.30 WIB tersebut. Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Veronika Tatik Trijati Ningsih, mengonfirmasi bahwa Pesparani 2026 direncanakan berlangsung pada 22 Agustus 2026 dan akan dipusatkan di SMP Pangudi Luhur. "Kami mohon dukungan dari seluruh perwakilan paroki untuk ambil bagian aktif dengan mengirimkan kontingen dalam pelaksanaan Pesparani tahun 2026," ujar Veronika dalam pemaparannya. Ia juga menambahkan bahwa agenda ini telah mendapatkan dukungan fasilitasi berupa dana hibah dari Pemerintah Kota Yogyakarta.

Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan instrumen penting untuk memperkuat kontribusi umat Katolik dalam pembangunan daerah yang inklusif. Menurutnya, sinergi yang kuat sejak dini menjadi kunci utama kesuksesan acara.

"Kami mengajak seluruh paroki untuk terlibat karena kegiatan ini menjadi ruang bersama dalam membangun semangat kebersamaan dan toleransi di Kota Yogyakarta," kata Susanto.

Ia juga memastikan bahwa pihak panitia terus membangun kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) demi menjamin kelancaran seluruh tahapan teknis.

Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Yogyakarta, FM Padhari Djati Martiwi, menjabarkan bahwa gelaran tahun ini mengusung tema “Berjalan bersama dalam sabda-Nya, sehati sepikir dan sepujian” yang merefleksikan semangat sinodal umat. Terkait linimasa pelaksanaan, Padhari mengingatkan para pengurus paroki untuk mencermati batas waktu yang tersedia. Proses pendaftaran kontingen ditargetkan resmi ditutup pada 30 Juni 2026, yang kemudian akan dilanjutkan dengan sejumlah tahapan teknis, termasuk uji panggung bagi para peserta sebelum hari pelaksanaan.

Meskipun disambut dengan antusiasme tinggi, sesi diskusi interaktif juga memetakan beberapa tantangan nyata di lapangan. Sejumlah utusan paroki mengemukakan kendala klasik seperti keterbatasan waktu persiapan yang cukup ketat, manajemen pendanaan internal, hingga kesiapan sumber daya serta pembinaan peserta. Merespons dinamika tersebut, jajaran panitia langsung mencatat seluruh masukan sebagai bahan evaluasi prioritas guna penyempurnaan petunjuk teknis pelaksanaan.

Pertemuan ini pada akhirnya membawa dampak positif bagi akar rumput, khususnya dalam memberikan ruang pembinaan bagi generasi muda Katolik di Kota Yogyakarta. Melalui persiapan Pesparani ini, hubungan antarumat di tingkat paroki kini semakin erat, sekaligus menjadi wadah positif untuk menyalurkan bakat seni liturgi serta membangun ketahanan sosial yang harmonis di tengah masyarakat kota.

#Pesparani2026 #KotaYogyakarta #LP3KDKotaJogja #InfoKeagamaan #ToleransiJogja #ParokiYogyakarta