Seminar Pra-PDS 2027 Ajak Pelayan Gereja Merawat Diri agar Tak Mengalami Burnout

Daftar Isi

Seminar Pra-PDS 2027 di GKJ Gondokusuman diikuti sekitar 500 peserta, mengangkat pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan spiritual sebelum melayani sesama.


YOGYAKARTA – Pelayan gereja perlu menjaga kesehatan fisik, mental, dan spiritual agar dapat menjalankan pelayanan tanpa mengabaikan kebutuhan diri sendiri. Pesan ini mengemuka dalam Seminar Pra-Pekan Doa Sedunia (PDS) 2027 bertajuk “Sayangi Diri Sebelum Berbagi” yang digelar di GKJ Gondokusuman, Yogyakarta, Jumat (16/10/2026).

Seminar yang diikuti sekitar 500 peserta ini diselenggarakan Badan Kerja Sama Antar Gereja-Gereja DIY (BKSADK DIY) bersama Kevikepan Yogyakarta Timur. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan PDS 2027 sekaligus mempererat kebersamaan umat Katolik dan Protestan.

Tiga narasumber hadir dalam seminar tersebut, yakni Prof. Dr. dr. Rizaldy Taslim Pinzon, Sp.S., M.Kes., Passchedona Henrietta Puji Dwi Astuti Dian Sabatti, S.Psi., M.A., dan Pdt. Dr. Seno Adhi Noegroho, M.Si.Teol. Diskusi dipandu Rm. Dr. Martinus Joko Lelono, Pr.

Rizaldy mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola hidup dan pola makan yang baik, olahraga, pengelolaan stres, serta pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Pelayan gereja juga perlu mengenali tanda-tanda kelelahan. Gangguan konsentrasi dan daya ingat, misalnya, dapat menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan istirahat.

Sementara itu, Henrietta mengajak peserta menerapkan self-compassion atau sikap welas asih terhadap diri sendiri. Menurutnya, kebiasaan mengkritik diri secara berlebihan dan terus-menerus merasa cemas dapat mengganggu kesehatan mental. Istirahat bukanlah bentuk kemalasan, melainkan bagian dari upaya menjaga diri.

Menyayangi diri sendiri, lanjut Henrietta, bukan berarti selalu menuruti keinginan atau menghindari kesulitan. Sikap tersebut justru berarti mengenali dan menerima keadaan diri, kemudian menghadapi tantangan dengan cara yang sehat.

Dari perspektif spiritual, Seno menekankan bahwa kesehatan rohani tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga tercermin dalam perilaku dan kepedulian terhadap sesama. Pelayanan semestinya dibangun melalui kebersamaan, bukan semata-mata tindakan memberi. Ia mengingatkan bahwa “agama juga tentang merawat diri”.

Rangkaian PDS 2027 direncanakan berlanjut dengan kegiatan budaya pada November 2026, kemudian ibadah puncak pada 20 Januari 2027. Panitia juga merencanakan kegiatan sosial, termasuk kunjungan ke asrama mahasiswa, khususnya mahasiswa dari kawasan Indonesia Timur yang tinggal di Yogyakarta.

Seminar Pra-PDS 2027 ini menegaskan pentingnya merawat kesehatan diri sebagai bagian dari pelayanan. Dengan menjaga keseimbangan fisik, mental, dan spiritual, para pelayan gereja diharapkan dapat terus mendampingi sesama tanpa mengabaikan kondisi dirinya sendiri. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) GKJ Gondokusuman.