Pimpin Krisma 416 Umat di Pugeran, Uskup Semarang Ingatkan Pembaruan Hidup

Sebanyak 416 umat menerima Sakramen Krisma di Gereja Pugeran, Yogyakarta. Uskup Rubiyatmoko mengajak umat memperbarui hidup dan iman.
YOGYAKARTA – Sebanyak 416 umat menerima Sakramen Penguatan atau Krisma dalam Perayaan Ekaristi di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Pugeran, Yogyakarta, Minggu (11/10/2026). Perayaan ini dipimpin langsung oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko.
Para penerima Sakramen Krisma tersebut berasal dari Paroki HKTY Pugeran, Wilayah St. Martinus Bangunharjo, Paroki Administratif Brayat Minulya Wirobrajan, Stasi Salib Suci Padokan-Sempu, serta sejumlah umat dari luar wilayah Paroki Pugeran.
Dalam homilinya, Mgr. Rubiyatmoko mengajak para penerima Krisma memaknai sakramen tersebut sebagai dorongan Roh Kudus untuk melakukan pembaruan dan pertobatan hidup.
"Penguatan karya Roh Kudus dalam diri agar kita diteguhkan, dikuatkan, dan dimampukan dalam pembaruan hidup. Perubahan hidup terjadi, jangan sampai hidup kita ‘ngono-ngono wae’ (begitu-begitu saja). Itulah upaya pertobatan, kita semakin dekat pada Tuhan dan sesama," ujar Mgr. Rubiyatmoko.
Sebelum menerima sakramen, para peserta telah menjalani masa pembekalan dan pembinaan iman bersama para katekis selama enam bulan. Pendampingan tersebut dibagi berdasarkan kelompok usia, mulai dari tingkat SMP, SMA, dewasa, hingga orang tua.
Sesaat sebelum berkat penutup, wakil penerima Sakramen Krisma, Dionisia Oni Mutiara Cahyani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapa Uskup, para katekis, serta umat yang mendukung proses persiapan. Ia juga menyerahkan sebuah buku bunga rampai berisi tulisan refleksi para penerima Krisma kepada Mgr. Rubiyatmoko.
"Kami mengajak para Krismawan dan Krismawati semakin aktif dalam kegiatan menggereja di Paroki Pugeran serta berani menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat," tutur Dionisia.
Pada kesempatan yang sama, umat juga memanjatkan ucapan selamat ulang tahun ke-63 bagi Mgr. Rubiyatmoko yang ditutup dengan lagu bersama.
Rangkaian acara yang berlangsung lebih dari tiga setengah jam ini diawali pertunjukan tari Jawa klasik pada sesi praliturgi dan diakhiri dengan kegiatan pesta rakyat serta foto bersama usai misa.