HUT ke-270 Kota Jogja: Logo Diluncurkan, 270 Titik Digoyang Kerja Bakti
![]() |
| Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meluncurkan logo HUT ke-270 Kota Yogyakarta bertema “Otentik Konkrit” di depan Pasar Beringharjo. |
YOGYAKARTA – Peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta tidak hanya ditandai dengan peluncuran logo. Pemerintah Kota Yogyakarta langsung menggerakkan kerja bakti serentak di sedikitnya 270 titik, Jumat (7/8/2026). Dari kawasan pasar hingga sungai, warga dan aparatur bergerak membersihkan lingkungan secara bersamaan.
Peluncuran logo dan tema HUT ke-270 Kota Yogyakarta berlangsung di depan Pasar Beringharjo. Kegiatan tersebut disiarkan melalui Zoom dan diikuti peserta dari 270 titik kerja bakti di wilayah Kota Yogyakarta. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama Wakil Wali Kota Wawan Harmawan dan Sekretaris Daerah Budi Santosa Asrori turut mengikuti peluncuran secara simbolis.
Logo HUT ke-270 Kota Yogyakarta mengusung tema “Otentik Konkrit”. Hasto mengatakan tema tersebut membawa pesan agar identitas, budaya, heritage dan sejarah Yogyakarta tetap dijaga, sekaligus diterjemahkan dalam tindakan yang nyata bagi masyarakat.
“Ini menjadi satu filosofi yang nyata bahwa kegiatan-kegiatan kita, aktivitas kita di hari jadi Kota Yogyakarta ini nantinya banyak menampilkan hal-hal yang otentik dan konkret,” kata Hasto dalam sambutannya.
Kerja bakti menjadi salah satu kegiatan yang langsung menerjemahkan tema tersebut. Hasto menyebut sedikitnya 270 titik mengikuti kegiatan, termasuk sekitar 150 titik yang melibatkan ASN. Lokasi kerja bakti mencakup pasar, sekolah hingga sungai.
“Terima kasih teman-teman yang ada di Zoom ini sudah bekerja sejak tadi pagi jam 07.00 sampai paling tidak nanti sampai jam 08.30 atau jam 09.00 kita bersih-bersih di Kota Yogyakarta,” ujar Hasto.
Menurut Hasto, kegiatan di sungai juga menjadi bagian penting dalam gerakan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan berbagai pihak yang ikut menjaga kebersihan lingkungan. Dukungan juga datang dari unsur TNI, Polri, BUMD, perangkat daerah, sekolah, pasar dan masyarakat.
Selain kerja bakti, peluncuran HUT ke-270 juga diwarnai pemberian apresiasi kepada sejumlah perwakilan masyarakat. Mereka antara lain buruh gendong, pedagang, penyapu jalan, veteran dan kusir andong. Salah satu penerima apresiasi adalah Mbah Rubiem, 72, yang masih aktif sebagai buruh gendong di kawasan Beringharjo.
Rangkaian peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta selanjutnya akan berlanjut hingga puncak perayaan melalui Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) pada 7 Oktober 2026. Pemerintah Kota Yogyakarta menempatkan tema “Otentik Konkrit” sebagai pesan untuk menjaga karakter dan warisan Yogyakarta sekaligus mendorong kegiatan yang diwujudkan melalui tindakan nyata.
